Desain Pembelajaran Materi

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.    Latar Belakang

 

Desain materi pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.

 

Sementara itu desain materi pembelajaran sebagai proses adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran unuk menjamin kualitas pembelajara. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan.

 

  1. 2.     Rumusan Masalah

 

 1. Apa yang dimaksud dengan desain pembelajaran materi ?

2. Bagaimana langkah – langkah dalam mendesain materi pembelajaran ?

  1. 3.     Tujuan

1. Mengetahui pengertian desain pembelajaran materi.

2. Mengetahui langkah – langkah dalam mendesain materi pembelajaran.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Desain Materi Pembelajaran

 

Desain pembelajaran adalah suatu prosedur yang terdiri dari langkah-langkah,dimana langkah-langkah tersebut di dalamnya terdiri dari analisis, merancang,mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil belajar (Seels & Richey, AECT1994). Hal tersebut juga dikemukakan oleh Morisson, Ross & Kemp (2007) yang mendefinisikan desain pembelajaran sebagai suatu proses desain yang sistematis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah, yang didasarkan pada apa yang kita ketahui mengenai teori-teori pembelajaran, teknologi informasi, sistematika analisis, penelitian dalam bidang pendidikan, dan metode-metode manajemen. Tujuan sebuah desain pembelajaran adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia. Dengan demikian, suatu desain muncul karena kebutuhan manusia untuk memecahkan suatu persoalan yang dihadapi.

 

Desain materi pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.

 

Sementara itu desain materi pembelajaran sebagai proses adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran unuk menjamin kualitas pembelajaran. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan desain materi pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas.

 

Sebelum seorang guru memulai pelajarannya di minggu pertama hari sekolah atau di dalam kelas, tentu ia melakukan persiapan-persiapan dalam beberapa aspek desain mata kuliah atau mata pelajaran. Persiapan ini dapat dikatakan sebagai satu usaha pembuktian akuntabilitas profesionalisme pembelajaran seorang dosen kepada mahasiswanya yang telah memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi yang harus dipersiapkan seorang dosen dalam mendesain satu matakuliah, yaitu:

 

Secara garis besar desain pembelajaran terdiri dari lima langkah penting, yaitu:

1)      Analisis lingkungan dan kebutuhan belajar siswa.

2)     Merancang spesifikasi proses pembelajaran yang efektif dan efesien  serta sesuai dengan lingkungan dan kebutuhan belajar siswa.

3)      Mengembangkan bahan-bahan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

4)      Implementasi desain pembelajaran.

5)      Implementasi evaluasi formaif dan sumatif terhadap program pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.      Langkah-Langkah Desain Materi Pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Mengacu Pada Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisikan tentang tujuan , isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Penyusunan kurikulum bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan pendidikan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen-komponen tersebut diantaranya  tujuan, isi dan struktur kurikulum, strategi pelaksanaan proses belajar mengajar, serta evaluasi.

 

  1. 2.      Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi (SK) merupakan ukuran kemampuan minimal yang  mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan. Bisa juga dikatakan SK adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai setelah siswa mempelajari mata pelajaran tertentu pada jenjang pendidikan tertentu pula. Pada setiap mata pelajaran SK sudah ditentukan oleh para pengembang kurikulum, yang dapat kita lihat dari Standar Isi.

 

Kompetensi Dasar (KD) merupakan penjabaran SK peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan SK peserta didik. Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.

 

Dalam kurikulum kompetensi sebagai tujuan pembelajaran itu dideskripsikan secara eksplisit, sehingga dijadikan standart dalam pencapaian tujuan kurikulum. Baik guru maupun siswa perlu memahami kompetensi yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Pemahaman ini diperlukan dalam merencanakan strategi dan indikator keberhasilan.

 

  1. 3.      Indikator

 

Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

 

Dalam mengembangkan indikator kita harus menganalisis tingkat kompetensi dalam SK dan KD; menganalisis karakteristik mata pelajaran; peserta didik dan sekolah; menganalisis kebutuhan dan potensi peserta didik; merumuskan indikator; mengembangkan indikator penilaian.

 

  1. 4.      Pengumpulan Informasi

 

Dalam mendesain materi seorang pendidik harus mengumpulkan sebanyak mungkin informasi-informasi yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan mata pelajaranyang akan diampu. Informasi-informasi itu mungkin didapatkan dalam bentuk hard copy, soft copy melalui perpustakaan, internet dan atau konsultasi dari beberapa sumber:

 

  • Referensi baik yang utama atau sekunder
  • Jurnal-jurnal ilmiah
  • Hasil penelitian terbaru
  • Out-line matakuliah yang ada sebelumnya
  • Satuan acara perkuliahan yang ada sebelumnya
  • Silabus, kurikulum
  • Konsultasi dengan dosen senior bagi mereka asisten dosen
  • Konsorsium keilmuan

 

  1. 5.      Telaah Pustaka

 

Telaah Pustaka adalah kajian kritis atas pembahasan suatu topik yang sudah ditulis oleh para peneliti atau ilmuwan yang terakreditasi (diakui kepakarannya). Kepakaran diakui bila penelitian dipublikasikan melalui jurnal/seminar bertaraf nasional/internasional atau dalam bentuk cetakan buku yang representatif.

Telaah Pustaka meliputi berbagai sumber pustaka yang membahas satu topik/masalah penelitian yang spesifik. Jadi untuk melakukan telaah pustaka membutuhkan lebih dari satu pustaka (bacaan).

Dalam kegiatan telaah pustaka selain mengumpulkan teori, kita juga harus melakukan perbandingan dengan teori (pustaka) lain, yang  berkaitan dengan informasi yang kita butuhkan.

Setelah kita telaah telaah materi yang sudah kita dapat, kemudian kita dapat mengelompokannya ke dalam materi asli (authentic materials) dan materi buatan (created materials). Materi-materi asli (authentic materials) merujuk pada naskah-naskah, foto, vidio, dan sumber lainnya yang tidak disiapkan secara khusus untuk tujuan pendidikan. Sedangkan materi-materi buatan (created materials) merujuk pada buku pelajaran atau yang lainnya yang secara khusus dikembangkan sebagai sumber pembelajaran. Keduanya sering diperdebatkan, meskipun pada dasarnya authentic materials pun bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran.

 

  1. 6.      Memilih materi

 

Dari telaah pustaka yang dilakukan dan dikelompokkan menjadi materi asli dan materi buatan, maka kita harus memilih materi mana yang sesuai dengan peserta

didik. Dari kedua materi tersebut tentunya kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing-masing materi. Atau dapat juga kita menggunakan kedua materi tersebut untuk mempermudah proses penyampaian informasi kepada peserta didik.

 

  1. 7.      Mendesain Materi

 

Ada dua alternatif dalam mendesain materi pembelajaran:

  1. Alternatif Pertama Mendesain Materi

 

Desain materi dalam bentuk satu daftar topik-topik materi yang tersusun secara naratif dan linier sesuai dengan urutan atau skuensi topik bahasan yang diinginkan. Contoh dibawah ini, daftar topik-topik bahasan relatif global.

Contoh

Matakuliah     : Biokimia

Bobot           : 2 (dua) sks

  1. Nutrisi Utama yang Diperlukan Tubuh Manusia
  2. Metabolisme Dalam Tubuh Manusia
  3. Metabolisme Karbohidrat
  4. Metabolisme Protein
  5. Metabolisme Lemak
  6. Metabolisme Asam Nukleat

 

  1. Alternatif Kedua mendesain materi

 

Di samping mendesain materi dalam bentuk linier, alternatif kedua adalah dalam sebuah gambar yaitu peta konsep (concept map).

 

Peta konsep adalah merupakan diagram yang menunjukan hubungan antara konsep-konsep yang mewakili pembelajaran. Peta konsep juga diartikan tampilan dari sebuah gambar atau bagan tentang konsep-konsep materi yang tersusun sesuai dengan tabiat ilmu pengetahuan itu sendiri tanpa mengindahkan urutan atau skuensi topik bahasan yang diinginkan.

 

Untuk mendesain materi perkuliahan untuk satu semester dalam bentuk sebuah peta konsep, ada beberapa langkah yang mutlak dilakukan khususnya bagi dosen pemula, dosen asisten atau dosen.

 

  1. Brainstorming atau curah gagasan.

Yaitu dengan cara menuangkan segala topik atau konsep yang berkaitan dengan materi mata kuliah dengan leluasa, bebas tanpa beban takut salah.

 

  1. Menentukan beberapa topik utama yang akan disampaikan.

Dalam penyeleksian konsep-konsep, mungkin ada beberapa konsep yang bisa dicarikan jenisnya atau konsep yang lebih utama.

 

  1. Menulis dan menyusun konsep-konsep dalam satu bentuk gambar.

Topik utama ditulis dan disusun dalam bentuk gambar agar terlihat lebih menarik dan tidak membosankan.

 

  1. Menghubungkan konsep-konsep dengan garis.

Setelah menggambar satu peta konsep, langkah selanjutnya memberi tanda hubungan arah antara konsep-konsep . Dalam peta konsep dilihat hubungan panah antara nama-nama konsep utama.

 

  1. Memberi kata kunci di atas garis panah.

Setelah memberi tanda hubungan arah antara konsep-konsep, langkah selanjutnya adalah  memberi makna pada garis penghubung atau kata kunci di atas tanda panah. Kata kunci ini menjadi penjelas sifat hubungan antara satu konsep dengan konsep yang lain.

 

  1. Implementasi Desain Materi Pembelajaran
  • Desain Materi dalam Bentuk Topik-Topik Utama

 

Matakuliah     : Biokimia

Bobot           : 2 (dua) sks

  1. Nutrisi Utama yang Diperlukan Tubuh Manusia
  2. Metabolisme Dalam Tubuh Manusia
  3. Metabolisme Karbohidrat
  4. Metabolisme Protein
  5. Metabolisme Lemak
  6. Metabolisme Asam Nukleat

 

 

 

  • Desain Materi dalam Bentuk Peta Konsep

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

  1. Desain Materi Pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.

 

  1. Langkah-langkah dalam mendesain pembelajaran yaitu mengacu pada kurikulum, menentukan SK dan KD, menentukan indikator, mengumpulkan informasi, telaah pustaka, memilih informasi yang sesuai, serta mendesain pelajaran dalam bentuk topik-topik maupun peta konsep.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s